Langsung ke konten utama

Postingan

Antara Berkebun dan Dunia Literasi

Komunitas Mamah Gajah Ngeblog membuat tantangan ngeblog lagi di bulan Oktober 2021 ini. Tantangan Blogging  Mamah Gajah Ngeblog kali ini tulisannya bertema Komunitas yang aku cintai.  Ngomong-ngomong tentang komunitas, ada berapa sih komunitas yang diikuti ?  Saya langsung buka whatsapp.  Yah benar, satu aplikasi inilah yang saat ini menemani kita sehari-hari untuk kontak dengan teman, saudara, kenalan, atau siapa saja. Orang-orang yang kita kenal dan punya latar belakang yang sama, atau peminatan yang sama, akan berkumpul dalam suatu grup Whatsapp. Itu sebabnya untuk menjawab tantangan menulis blog kali ini, saya tinggal buka Whatsapp dan mulai menghitung grup yang ada.  Terakhir kali saya menghitung jumlah group whatsapp, ada 35 grup. Waktu itu, saya merasa grup yang saya ikuti sudah terlalu banyak sehingga kepikiran untuk mengurangi grup yang kurang efektif untuk saya ikuti.  Namun malam ini, saya menghitung lagi dan ternyata ada 49 grup Whatsapp !! Wow...

Pengalaman Berbahasa dalam Kehidupan Sehari-hari

Berkomunikasi itu sangat berkaitan dengan bahasa. Setiap orang mempunyai bahasa berdasarkan asal daerahnya masing-masing.  Indonesia mempunyai bahasa daerah yang sangat banyak. Tapi bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu. Sementara apa yang disebut bahasa ibu adalah bahasa yang digunakan ibu kita.  Dahulu, bahasa ibu berarti juga bahasa daerah asal. Tetapi, semakin bertambahnya jumlah penduduk dan penyebaran penduduk melalui transmigrasi, kita lebih sering bertemu dengan orang-orang dari lain daerah. Dengan begitu, komunikasi yang digunakan lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia.  Tahun 1970an, saya masih sering mendengar ibu saya berbicara menggunakan bahasa Jawa dengan para tetangga yang berasal dari Jawa Tengah, bahkan dengan tukang sayur. Namun, ibu akan menggunakan bahasa Indonesia jika berbicara dengan tetangga yang berasal dari luar Jawa.  O ya, Saya lupa mengenalkan diri.  Kedua orang tua saya berasal dari Solo, Jawa Tengah. Karena bapak...

Dengan Empati, Kita Hilangkan Pembajakan Sebuah Karya.

Pernah nggak kemalingan sesuatu barang ? Gimana rasanya kehilangan dengan cara paksa seperti kemalingan itu ?  Kalau kehilangan kekasih karena diambil orang, itu disebutnya ditikung, ya? Tapi esensinya sama, kemalingan ! Saya mulai tulisan ini dengan pertanyaan soal kemalingan karena tulisan ini akan mengulas tentang pembajakan. Hal ini berkaitan dengan Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Agustus 2021 ini. Tema tulisan tantangan kali ini adalah  Hidup Tanpa Bajakan .  Saya menyoroti efek kemalingan dari pihak korban di awal tulisan sebagai upaya menggugah empati teman-teman yang membaca tulisan ini. Yah...empati, sebuah sikap yang bisa merasakan penderitaan pihak lain sehingga tidak akan melakukan tindakan yang menyebabkan derita itu pada orang lain.  Betapa korban akan merasakan sedih karena kehilangan. Kerugian pun bisa juga dirasakan oleh korban jika sesuatu yang hilang itu memiliki nilai. Contohnya seperti kehilangan uang, harta benda, aset ...

Kelucuan Anak-anak

Juli 2021. Pandemi covid-19 sudah berjalan setahun lebih. Belum juga terlihat tanda-tanda pandemi akan berakhir. Justru kondisi semakin mengkhawatirkan.  Kabar duka tersiar setiap hari. Dalam sehari, suara sirine ambulance pun terdengar bisa lima hingga delapan kali.  Akhirnya pemerintah memberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Sebenarnya tidak benar-benar lockdown. Tapi yah lumayanlah, kalau benar-benar dijalani secara kompak.  Segala kegiatan pun dilaksanakan secara daring. Tapi berita duka itu membuat hati menjadi tak menentu.  Ikut merasa sedih tentunya.  Setahun lalu, kabar duka masih tersebut secara angka. Sekarang, kabar duka tersebut dengan menyebut nama-nama dari orang yang kita kenal. Ada teman, temannya teman, famili, familinya teman, selebriti, bahkan ustadz dan ustadzah dari pondok pesantren.  Khawatir duka itu malah membuat imunitas kita menurun dan berefek tertular covid-19, Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog men...

Because Life Must Go On

Menjadi single parent bukanlah impian dalam hidup setiap manusia. Tentunya, harapan hidup bahagia hingga maut memisahkan adalah tagline yang pasti. Sangatlah janggal jika perpisahan dan perceraian adalah tujuan dari pernikahan.  Namun perjalanan hidup setiap manusia adalah unik. Tak ada yang sama antara satu dan yang lainnya. Ada banyak pasangan yang bisa menjalani kehidupan bersama hingga akhir hayat mereka. Ada juga pasangan yang menjalani masa pernikahan hanya beberapa tahun saja.  Ada banyak cerita yang mendasari perpisahan antar pasangan. Perbedaan visi dan misi dalam membentuk keluarga bisa menjadi salah satu alasan. Sering juga terjadi karena ketiadaan komunikasi yang baik dan hadirnya pihak ketiga.  Terjadinya perceraian dalam keluarga, tentunya mengoyak kedamaian hidup dalam keluarga. Seluruh anggota keluarga yang terlibat di dalamnya akan merasakan luka. Seorang istri yang dicerai dan anak-anak yang menyaksikan perpisahan orang tuanya akan merasaka...

Ulasan Film Lovely Man

Menonton film adalah hiburan dengan keasyikan tersendiri. Menonton film di televisi dan di bioskop memiliki sensasi sendiri-sendiri.  Film pertama yang kutonton bersama keluarga adalah The Sound  of Music . Sebuah film keluarga musikal yang tak pernah bosan untuk ditonton ulang. Karena film itu, aku jadi suka sekali dengan film musikal. Bagiku, film seperti itu benar-benar menghibur. Selain jalan ceritanya, film tersebut menyuguhkan pertunjukan lagu dan tari yang bagus-bagus. Apalagi jika lagu dan tari itu pun mencerminkan suatu budaya daerah atau negeri tertentu.  Menginjak masa SMP, aku tidak pernah mendapat izin dari orang tua untuk menonton film ke bioskop. Sekali-kalinya menonton bersama teman-teman, aku menonton film komedi Warkop, entah apa judulnya, aku sudah lupa.  Kemudian ada kewajiban menonton film bersama sekolah sebagai salah satu tugas dari pelajaran PSBB. Tentu kita semua tahu ya, film apa itu. 😉 Menginjak masa SMA dan kuliah, aku tak pernah menonto...

Dapur Ku Adalah Laboratorium Ku

Mamah Gajah Ngeblog mengeluarkan Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog untuk bulan Mei ini dengan tema Resep Andalan Keluarga.  Wah, ini menarik karena ini berkaitan dengan kegiatan ibu rumah tangga sehari-hari. Tentunya akan banyak resep menarik dari teman-teman untuk bisa di recook ya...😉 Minat memasak ditularkan dari Ibu.  Sebagai seorang perempuan satu-satunya dari tiga bersaudara, ibu sering sekali mengingatkan bahwa urusan rumah tangga adalah tanggung jawab perempuan. Keterampilan menjahit dan memasak pun dikenalkan. Namun ada saatnya saya lebih suka bermain dengan teman daripada membantu ibu mengurus rumah.  Ketika SMP, ada pelajaran ekstra kurikuler yang harus dipilih. Ada tiga jenis ekskul yaitu elektronika, jasa dan PKK. Saya pilih PKK, dan ketika penjurusan antara memasak dan menjahit, ibu menyarankan untuk memilih menjahit.  "Menjahit itu banyak teknik-teknik yang harus dipelajari dan harus mengerti detailnya. Bagus kalau kamu bisa pelaja...

Generasi Z

Tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua. Tidak ada sekolah untuk menjadi ibu yang baik. Tetapi dulu, sekitar tahun 70an, di Bandung, ada sekolah ' Ibu Bijaksana' . Ibu saya mengikuti sekolah itu bersama teman-temannya.  Saya lihat buku catatannya sangat banyak. Ada buku panduannya yang tampak semacam diktat. Tebal sekali.  Buku Itu memuat pembahasan mengenai pembinaan keluarga yang baik, termasuk  bagaimana mendidik anak dengan baik (parenting) .  Saya melihat bagaimana ibu saya mempraktekkan apa yang dipelajarinya di sekolah itu. Ia mulai menjadi teman bagi kami bertiga, anak-anaknya, dan tidak lagi banyak melarang dengan bahasa yang terdengar 'galak' .  Andai sekolah seperti itu masih ada sampai sekarang, tentu akan sangat laku keras. Karena sebagai ibu, banyak hal yang harus dihadapi, diurusi, dan itu semua sangat membutuhkan kesabaran, dan kesiapan mental. Tentunya akan diperlukan ilmu sebagai bekal.  Di era perkembangan teknologi informasi seperti se...

Ikatan Alumni ITB

Dua hari lalu, 16 dan 17 April 2021, adalah masa kongres Ikatan Alumni ITB. Kebetulan kedua hari ini adalah hari ke 4 dan ke 5 Ramadhan yang itu berarti seharusnya saya setor dua tulisan dalam rangka #ramadhanmenulis ini. Tapi keterlibatan dalam acara tersebut membuat saya tidak sempat menuliskan apa yang terjadi. Begitu banyak yang menarik perhatian selain kegiatan harian yang tentunya sudah memakan waktu.  Baiklah, kali ini saya ingin menuliskan banyak hal tentang Ikatan Alumni ITB dari perspektif saya.  ----------------------------------- Moment pemilu ketua ikatan alumni menjadi puncak pertemuan seluruh alumni ITB dimana pun berada. Moment yang mempertemukan alumni dari fresh graduate dengan seniornya dan bergabung dengan IA ITB cabang daerah. Terlebih di era serba online sekarang ini, semua terhubung dengan sangat mudah sehingga jumlah pemilih pun semakin banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.  Mengenai jumlah alumni yang terlibat, tentunya semakin bertambah t...

Memori Ramadhan

Hari ketiga Ramadhan 2021. Ramadhan datang selalu mengingatkan kita untuk banyak beribadah sehingga Allah berkenan menghapus semua dosa kita yang telah lalu. Ramadhan datang pun mengingatkan apa yang menjadi kebiasaan kita untuk menyiapkan sahur, buka puasa, tarawih, bersedekah, berzakat, dan kegiatan-kegiatan di Masjid lainnya. Ada banyak kenangan tentang Ramadhan. Suka dan duka yang kita lalui membuat kita merenung dan berharap, agar Ramadhan kali ini bisa dilalui dengan baik dan bahagia.  Tentang memori yang terjadi di tahun-tahun lalu, yang bahagia tentu mengucap alhamdulillah , yang mengalami duka tentu akan berucap istighfar atau apalah yang bisa meredakan hati yang lara. Namun di memori Ramadhan ku 6 tahun yang lalu mengajarkan ku untuk bisa mengucap alhamdulillah meski duka dan lara hati yang dirasa.  Mencoba melihat hikmah dibalik musibah memerlukan ketegaran hati yang luar biasa. Energi yang sangat besar dibutuhkan untuk keluar sejenak dari lingkaran duka...