Langsung ke konten utama

Postingan

Generasi Z

Tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua. Tidak ada sekolah untuk menjadi ibu yang baik. Tetapi dulu, sekitar tahun 70an, di Bandung, ada sekolah ' Ibu Bijaksana' . Ibu saya mengikuti sekolah itu bersama teman-temannya.  Saya lihat buku catatannya sangat banyak. Ada buku panduannya yang tampak semacam diktat. Tebal sekali.  Buku Itu memuat pembahasan mengenai pembinaan keluarga yang baik, termasuk  bagaimana mendidik anak dengan baik (parenting) .  Saya melihat bagaimana ibu saya mempraktekkan apa yang dipelajarinya di sekolah itu. Ia mulai menjadi teman bagi kami bertiga, anak-anaknya, dan tidak lagi banyak melarang dengan bahasa yang terdengar 'galak' .  Andai sekolah seperti itu masih ada sampai sekarang, tentu akan sangat laku keras. Karena sebagai ibu, banyak hal yang harus dihadapi, diurusi, dan itu semua sangat membutuhkan kesabaran, dan kesiapan mental. Tentunya akan diperlukan ilmu sebagai bekal.  Di era perkembangan teknologi informasi seperti se...

Ikatan Alumni ITB

Dua hari lalu, 16 dan 17 April 2021, adalah masa kongres Ikatan Alumni ITB. Kebetulan kedua hari ini adalah hari ke 4 dan ke 5 Ramadhan yang itu berarti seharusnya saya setor dua tulisan dalam rangka #ramadhanmenulis ini. Tapi keterlibatan dalam acara tersebut membuat saya tidak sempat menuliskan apa yang terjadi. Begitu banyak yang menarik perhatian selain kegiatan harian yang tentunya sudah memakan waktu.  Baiklah, kali ini saya ingin menuliskan banyak hal tentang Ikatan Alumni ITB dari perspektif saya.  ----------------------------------- Moment pemilu ketua ikatan alumni menjadi puncak pertemuan seluruh alumni ITB dimana pun berada. Moment yang mempertemukan alumni dari fresh graduate dengan seniornya dan bergabung dengan IA ITB cabang daerah. Terlebih di era serba online sekarang ini, semua terhubung dengan sangat mudah sehingga jumlah pemilih pun semakin banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.  Mengenai jumlah alumni yang terlibat, tentunya semakin bertambah t...

Memori Ramadhan

Hari ketiga Ramadhan 2021. Ramadhan datang selalu mengingatkan kita untuk banyak beribadah sehingga Allah berkenan menghapus semua dosa kita yang telah lalu. Ramadhan datang pun mengingatkan apa yang menjadi kebiasaan kita untuk menyiapkan sahur, buka puasa, tarawih, bersedekah, berzakat, dan kegiatan-kegiatan di Masjid lainnya. Ada banyak kenangan tentang Ramadhan. Suka dan duka yang kita lalui membuat kita merenung dan berharap, agar Ramadhan kali ini bisa dilalui dengan baik dan bahagia.  Tentang memori yang terjadi di tahun-tahun lalu, yang bahagia tentu mengucap alhamdulillah , yang mengalami duka tentu akan berucap istighfar atau apalah yang bisa meredakan hati yang lara. Namun di memori Ramadhan ku 6 tahun yang lalu mengajarkan ku untuk bisa mengucap alhamdulillah meski duka dan lara hati yang dirasa.  Mencoba melihat hikmah dibalik musibah memerlukan ketegaran hati yang luar biasa. Energi yang sangat besar dibutuhkan untuk keluar sejenak dari lingkaran duka...

Vaksin

#Harike2 kemarin terlewat sudah. Ada kejadian yang ingin kubagi disini. Tapi kutunda dengan berbagai pertimbangan.  Ini soal vaksin. Vaksin Covid-19 yang sedang diupayakan untuk diberikan ke seluruh rakyat Indonesia agar memiliki kekebalan terhadap virus corona. Kemarin pagi, kakak dan adikku menyampaikan kabar bahwa mereka berdua sudah mendapat vaksin Covid-19 yang pertama. Mereka bercerita bagaimana efek vaksin covid pada tubuh mereka. Kakakku merasa lemas dan merasa mengantuk terus, sedangkan adikku merasakan tubuhnya yang menggigil hingga malam harinya. Sementara teman-temanku yang sudah mendapatkan vaksin tersebut merasakan efeknya adalah lemas, cepat lelah dan cepat merasa lapar.  Betapa efek vaksin itu berbeda-beda pada setiap tubuh. Jujur aku akui bahwa ada rasa takut jika efeknya membuatku menjadi sakit, apapun sakitnya. Ketakutan itu membuatku hatus menjaga stamina sejak sekarang.  Belum lagi kabar tentang halal atau haramnya vaksin-vaksin tersebut d...

Hari Pertama Ramadhan di Masa Pandemi Tahun Kedua.

Hari ini adalah hari pertama di bulan Ramadhan tahun 2021. Ramadhan kedua di masa pandemi covid-19 yang juga belum berakhir. Sehari-hari masih harus menggunakan masker dan kebiasaan baru mencuci tangan dan bersih-bersih total sepulang dari luar rumah.  Rutinitas harian tidaklah berubah. Datangnya bulan Ramadhan justru menambah deretan kegiatan spesial, yaitu: 1. Buka puasa nanti mau makan apa ? Soal makan memang soal selera dan mood saat itu, ingin makan apa ? dan masukan dari anggota keluarga menjadi pertimbangan untuk menetapkan menu. Mentok-mentoknya kalau sudah bingung, buka buku resep atau buka sosmed untuk cari inspirasi. Biasanya buka aplikasi #cookpad @sari_rochma3M 2. Keinginan dan merasa harus untuk tadarus Quran setiap hari. Semangat ini memang lebih membara ketika bulan Ramadhan tiba.  3. Lebih ingin beres-beres rumah. Setidaknya, keinginan ini muncul karena terpikir agar hari raya nanti kondisi rumah benar-benar rapi dan bisa instagramable untuk foto-foto pas di ...

Podcast

Hai, April 2021. Assalammualaikum .  Kali ini saya ingin menyampaikan sebuah pemikiran dan pengalaman menarik di akhir-akhir Maret kemarin. Ini tentang perkembangan teknologi, apa yang menjadi trend saat ini, dan aktifitas dunia yang terfasilitasi dengan sosial media.  Perkembangan jaman terus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Dan pandemi Covid-19 memaksa semua orang tetap beraktifitas dengan memanfaatkan teknologi informasi ini.  Semua serba online.  Bagi generasi milenial, mereka lahir di dunia yang sudah serba digital. Mereka begitu luwes menyelam dalam dunia online tanpa merasa takut tersesat sekalipun.  Sementara bagi generasi kolonial (generasi X dan sebelumnya), mau tak mau harus belajar untuk bisa tetap bertahan.  Meski masih dirasa ada batasan dalam hidup bermasyarakat, berkah pandemi pun dirasakan banyak orang. Bagaimana tidak berkah, jika ada banyak kelas-kelas online, webinar, dan banyak gathering yang gratis dimana kita...

Melanjutkan Pendidikan dengan Minat

Masa SD hingga SMA Ketika SD, ada kebiasaan kami untuk bertukar biodata. Kebiasaan tersebut menjadi sesuatu yang penting ketika menjelang kelulusan SD, karena, bisa jadi, kami tidak bertemu lagi di pendidikan selanjutnya. Bisa karena tidak satu sekolah yang sama atau pindah keluar kota. Salah satu point yang harus diisi adalah cita-cita.  Saat berusia 12 tahun, aku masih bingung untuk menetapkan cita-cita apa yang ingin ku raih. Karena itu, aku mengikuti pilihan teman-teman ku yang kebanyakan memilih sebagai insinyur pertanian, meski aku tak tahu bagaimana dan apa yang harus aku lakukan untuk meraihnya selain rajin belajar.  Ketika SMP, perhatian ku lebih banyak ke kegiatan ekstra kurikuler seperti pramuka, OSIS, dan pelajaran keterampilan pilihan yang bisa berganti-ganti di setiap semesternya. Hal itu membuat wawasan dan keterampilan ku menjadi beraneka di bidang bahasa, olah raga dan seni. Sementara minat khusus yang berhubungan dengan mata pelajaran belum muncul. Sekolah ku...

My Quantum Leap

Pandemi Covid-19 sepanjang tahun 2020 memberi cerita tersendiri untukku. Selain harus menjaga kesehatan pribadi, menjaga kebersihan rumah lebih seksama lagi, donasi APD ke rumah sakit, dan tak terhindarkannya waktu luang yang membuat ku tak melepaskan gadget dari genggaman.  Kontak dengan teman dan famili melalui media sosial apa saja menjadi kegiatan yang lebih rutin dilakukan. Informasi tersampaikan melalui online text, video call, maupun zoom meeting.  Training yang harus ku ikuti selalu menunggu kuota, kini training online pun berlangsung tanpa harus menunggu kuota, karena mau tak mau kuota akan terpenuhi dengan peserta seluruh Indonesia bisa bergabung secara online.  Menjadi tahu aktifitas detail teman- teman dan famili, karena mereka pun memposting kegiatannya di media sosial. Demikian juga dengan aktifitas kakak sepupu yang bahkan mengajak untuk membuat antologi.  Membuat tulisan yang kemudian terbit menjadi buku adalah sebuah impian. Tentu saja aj...

Menulis Lagi

Gabung dengan berbagai komunitas itu membuat kita terlibat dengan banyak ragam aktifitas dan  memunculkan ide untuk aktifitas positif baru.  Salah satu komunitas yang kuikuti di facebook ialah ITB Motherhood, suatu group mamah-mamah alumni Institut Gajah di Bandung. Tidak terlalu aktif di dalam group tersebut, tapi kalau ada konten menarik bisa jadi akan urun komentar atau benar-benar akan terlibat di dalamnya.  Suatu malam, menjelang istirahat kusempatkan buka hp dan sesaat berhenti di suatu postingan tentang menulis di blog. Hmmmm menarik.  Ku buka blog ku ini.. ah , ternyata sudah sangat lama tak menulis disini meski kegiatan menulis masih saja berlanjut, tapi menulis di media lain.  Ku pikir, ini aktifitas yang bagus untuk menantang diri ku sendiri untuk disiplin menulis, dan juga melatih kemampuan ku dalam hal menulis.  Kalau kuingat mengapa dulu ingin punya blog adalah ingin punya tempat untuk curhat. Semacam diary pribadi yang biasanya menjadi rahasi...

Obrolan sore

Sabtu sore itu, cuaca panas membuat lelah lebih terasa. Bersantai sambil berbincang, seorang ibu dan anaknya menikmati angin sepoi-sepoi dari sela jendela. Sang anak yang masih terkesan dengan pernikahan kawan sepermainannya semalam menuangkan berjuta tanya yang berjejal di benaknya. "Begitu cepatnya waktu berlalu, secepat proses ijab qabul itu. Begitu terpolanya hidup dan apakah setiap kehidupan harus berjalan dengan pola yang sama ?  Lahir, sekolah, kuliah, menikah, punya anak, dan kemudian mati?" sang anak bertanya ketika teringat akan kawannya yang punya orientasi sexual berbeda. "Bagaimana dengan 16 gender yang lain ? Dengan keadaannya itu, kan tidak mungkin mereka akan mempunyai anak ?" Anakku, Tuhan hanya menciptakan laki-laki dan perempuan, tidak ada disebutkan bahwa Tuhan menciptakan jenis kelamin lain selain itu. Tentang gender itu, pernahkah kau berpikir, bahwa Allah berfirman dengan menyampaikan berbagai perumpamaan dan menyebu...