Menulis disinyalir bisa dijadikan sarana untuk healing ketika ada depresi yang dirasakan. Dahulu, kebiasaan orang menulis dalam sebuah buku diary. Menulis menjadi cara untuk merenung atau introspeksi diri. Seorang yang introvert sangat memerlukan kegiatan menulis untuk menjadi kawan setianya di setiap saat. Meskipun, seorang yang ekstrovert pun mungkin saja akan menemui keasyikan tersendiri dengan menulis. Memasuki masa pandemi Covid-19, banyak orang mulai menyukai kegiatan menulis. Apakah itu sebagai bagian dari pekerjaan ataupun berkomunikasi dengan teman di media sosial. Terlebih bagi orang-orang yang kehilangan pasangan hidup karena kematian ataupun perceraian yang banyak terjadi selama masa pandemi tersebut. Mereka menjadikan kegiatan menulis sebagai sarana untuk melepaskan emosi yang belum tuntas. Kisah yang tertulis tentu saja mengenai kehilangan, kesedihan, dan mencoba untuk ikhlas menghadapi ujian hidup ini. Ajakan untuk kegiatan menulis seperti pembuatan antologi...